Arsip Penulis: nastitidenny

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

Baru saja selesai membaca halaman terakhir dari novel terbaru Tere Liye ini rasanya ingin segera menulis ‘sesuatu’ tentangnya. Lebay yah sesuatu-nya, tapi itulah yang terjadi. Sebagaimana novel-novel Tere Liye sebelumnya, novel ini mempunyai pesan moral yang kuat dalam balutan kesederhanaan hidup. Dengan caranya sendiri, tokoh-tokoh dalam novel ini menarik hati dan pikiran pembaca untuk menyelami [...]

Categories: Resensi Buku | Tinggalkan Komentar

Dalam Bus Kota Kenangan

Aku ingin mengatakan hidup ini indah. Seandainya saat ini aku berada di tempat yang berbeda. Bukan disini. Di dalam sebuah bus kota. Sendiri. Udara lembab yang sebentar lagi menghantarkan hujan menambah sendu suasana hatiku. Mungkinkah tetesan hujan yang akan turun sebentar lagi berniat mengejekku? Sudahlah, semua yang terjadi memang sudah seharusnya terjadi. Aku akan memulai [...]

Categories: Cerpen | 2 Komentar

Sebuah Cermin untuk Ibu

Hanya keinginan kuat untuk mempersembahkan sebuah kenangan pada seorang ibu tentunya buku ini ditulis pada awalnya. Meski kemudian setelah cerita demi cerita tertulis, makin banyak inspirasi datang tentang kehidupan seorang ibu. Tantangan, kewajiban dan anggapan akan sosok wanita yang bernama Ibu ini akhirnya menjelma menjadi deretan kata yang terangkai dalam beragam cerita mini. Membaca lebih [...]

Categories: Resensi Buku | Tinggalkan Komentar

Pernah Menjadi Matahari

Ia pernah menjadi matahari. Pada sebuah hari di mana malam begitu terang benderang karena kekuasaannya. Mengisap sari pati hidup untuk diturunkan kembali dalam bentuk hujan. Sejenak menguasai hakikatnya sebagai makhluk yang berkuasa. Menikmati setiap langkah yang dijejakkannya di muka bumi untuk dijadikan Cerita Hari Ini. Silau. Demikian yang diungkapkan sekian banyak mata yang memandang wajah [...]

Categories: Cerpen | 3 Komentar

Ah, Seandainya…

Aku hanya memintanya untuk membeli magnet. Tugas yang sangat ringan, menurutku. Entah menurutnya. Rambut hitam panjangnya yang semula dibiarkan tergerai kini terikat dengan karet gelang yang diambil dari dalam tasnya. Dari kejauhan kulihat beberapa hasil karya yang sudah siap untuk dipajang. Beragam artikel dengan tema Cerita Hari Ini. Aku memandang matanya sambil menerima sejumlah magnet [...]

Categories: Cerpen | 2 Komentar

Bercermin pada Kelemahan SeeFood

Saya dan anak-anak melewatkan hari libur Kenaikan Isa Almasih kemarin dengan menonton bioskop. Jalanan kota Jakarta yang begitu lengang sangat disayangkan bila tidak dinikmati dengan bepergian. Namun yang saya ingin ceritakan bukanlah tentang liburan atau jalanan di Jakarta, tapi tentang film yang saya tonton dengan anak-anak. Berhubung kami sekeluarga adalah penggemar film kartun, maka SeeFood [...]

Categories: Catatan Kecil | Tinggalkan Komentar

Ada Kau Di Sana

Setiap yang hidup menyimpan luka. Sebagian membiarkannya terbuka dengan kemungkinan terinfeksi atau sembuh dengan sendirinya. Sebagian yang lain menutup luka itu rapat-rapat. Menghindari segala kemungkinan ditemukannya luka itu oleh orang lain. Sayangnya aku bukan satu diantaranya. Aku takut pada infeksi. Namun di lain hal menutup dengan sempurna terasa seperti pilihan seorang pecundang. Aku biarkan tangan [...]

Categories: Cerpen | Tinggalkan Komentar

Dari Raga yang Ingin Menjadi Penerang

Untuk jiwa tanpa raga di masa lalu, Rangkaian kata kali ini semoga dapat membuatmu mengerti tentang berbagai hal yang menyeruak dari relung hati paling dalam sebuah masa yang bernama Sekarang. Lilin yang kau bawa masih terlalu redup, Sayang, untuk sekedar membuka sejenak lorong-lorong sempit yang menjadi batas antara kamu dan aku.  Tapi aku bisa pahami [...]

Categories: ForYoungerMe | 3 Komentar

Touchdown 50K! Kata Magis di Bulan Januari

Malam-malam nih baru sempat menulis pengalaman menarik dan sangat menarik selama sebulan menulis novel di ajang Januari 50K. Terus terang ini pengalaman ternekat pertama saya seumur hidup. Menulis novel! Berani amat! Sedang menulis cerpen efektif baru setahun belakangan ini. Latar belakang pendidikan menulis tidak ada. Pengalaman menulis di media massa tidak punya. Menulis di majalah [...]

Categories: Catatan Kecil | 9 Komentar

DAG DIG DUG

Suara desau angin malam itu terdengar jelas di telinganya. Hanya ia yang mendengar. Orang-orang yang berada di ruang depan dan sekeliling rumahnya disibukkan oleh orkes dangdut yang di gelar tepat di depan rumah orang tuanya. Ia menghuni sebagian kecil dari rumah tersebut. Tepatnya di sebuah kamar berukuran 3×4 meter. Kamarnya sendiri yang kini harum semerbak [...]

Categories: Flash Fiction | Tinggalkan Komentar

Blog pada WordPress.com. Tema: Adventure Journal oleh Contexture International.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.