Dear Diary,
Hari ini adalah hari terakhirku bekerja di kantor. Perpisahan yang cukup mengesankan bersama atasan dan teman-teman kantor sudah selesai 2 hari yang lalu. Sekarang tinggal membereskan barangku yang masih tertinggal di kantor dan…good bye my love…I am leaving.
Waktu bersalaman dengan teman-teman kantor yang sudah menemaniku selama lebih dari 5 tahun, sebagian besar dari mereka bertanya : ‘nanti di rumah mau ngapain ?’. Ada juga yang komentar : ‘emang dulu cita-citanya jadi ibu rumah tangga ya..’ Heyy, memang kenapa kalau punya mimpi jadi ibu rumah tangga ? Ga boleh ? kata hatiku memberontak. Meski tak akan kubiarkan mereka tahu itu. Kan ga keren kalau semua tahu bekas kolega, atasan, ataupun teman sejawatnya yang satu ini punya mimpi aneh yang katanya mulia itu.
Dilema, dilema dan dilema. Bukan keputusanku untuk berhenti bekerja yang menjadi dilema, tapi predikat yang mesti kupikul itu !
Percaya atau tidak, menjadi ibu rumah tangga adalah mimpiku sejak kecil, meski kini mimpi itu disandarkan untuk alasan yang berbeda. Dulu karena melihat teman sekolah yang ibunya di rumah punya kesempatan dandan sekaligus memelihara diri lebih banyak, sekarang karena ingin lebih banyak punya waktu untuk anak-anak.
Tapi, ssssttt…kamu saja ya diary yang tahu.
Jakarta, 9 November 2011



Tapi, ssssttt…kamu saja ya diary yang tahu.
Waahh.. saya udah terlanjur tahu nih sekarang, jadinya gimana donks? Hihihihi
Hahaha…ini ditulis untuk November Menulis Blog waktu itu. Jadi ya…rahasia-nggak rahasia deh
Oww.. ahahaha.. berarti ngga apa2 yaa diintips, wakakakak
)