Priokku Berdarah (Lagi)

Posted on

Seringkali yang terjadi di sekitar kita,
tidaklah yang seharusnya terjadi
Begitu juga pagi hari kemarin…

Pagi dikala matahari bersinar cerah
membangunkan aktifitas pinggiran pantai
di belahan jakarta utara

Waktu kala itu bergulir tidak semestinya

Besi beradu memecah sunyi
Parang berkilau di kancah pencarian nafsu dunia

Dimana hati hendak berlabuh sekarang
Kala separuh jantung sudah layak tergadai
Sang dokter tidak mampu menjawab
Nadi terus terbuka, darah terus mengalir

Toh, yang lain tidak peduli
sepanjang diri masih bisa membeli handphone baru

Kalau ‘malu’ masih harus terus diingatkan, kapan ‘harga diri’ bisa dimiliki ?

Bangsaku bernyanyi,
Bangsaku berpikir,
dan darah tak henti mengalir di Priok

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s