If I Stay…

Posted on

Pernahkan Anda membayangkan Anda berada di suatu posisi sulit dan hanya bisa memandang orang-orang terdekat Anda berusaha membantu Anda dari kejauhan ? Anda (mungkin) tembus pandang, dapat berpindah dari satu ruangang ke ruangan lainnya dengan cepat dan tidak dapat terlihat ?

Pengalaman hidup terkadang sulit untuk dilihat dan dimaknai dengan jernih saat kita, sang pelaku kehidupan itu, masih terlibat di dalamnya. Hanya dengan keluar dari lingkaran kehidupan itu sendiri, seseorang kerap kali baru dapat menilai dan menelaah kehidupan yang telah dialaminya selama ini.

Adalah seorang Gayle Forman, pengarang novel bertajuk ‘If I Stay’ berusaha menggambarkan dalam novelnya betapa hidup yang menyediakan beragam pilihan ini baru terlihat dengan sangat jelas eksistensinya di saat ruh manusia berada di luar raganya. Ruh itu berkeliling, memandang tubuhnya yang terbujur koma di sebuah rumah sakit, memandang perhatian orang-orang di sekitarnya yang membawanya kembali pada sejuta kenangan baik yang indah maupun yang tidak, yang menyenangkan maupun yang absurd yang telah di jalaninya.

Kisah dalam novel setebal 200 halaman ini berlatar belakang kehidupan keluarga musisi di negara bagian Oregon, Amerika Serikat. Mia, sang tokoh utama dalam cerita ini mengalami apa yang banyak disebut orang sebagai kehidupan kedua setelah kecelakaan parah yang dialaminya di perjalanan bersama keluarganya dalam rangka berkunjung ke rumah seorang sahabat orang tuanya di luar kota.

Kecelakaan yang hanya menyisakan dirinya, membawanya ke sebuah alam antara ada dan tiada. Ayah, Ibu dan Adik kandungnya telah mendapatkan sebuah kepastian dalam perjalanan hidupnya. Sementara Mia, harus memilih untuk menyerah dengan ‘koma’ yang dialaminya, ataukah melecut semangat hidupnya untuk kembali berkumpul dengan orang-orang tercinta yang tersisa di keluarganya setelah kepergian ke2 orang tua dan adik tersayangnya ke alam keabadian.

Gayle Forman menggambarkan kehidupan keluarga musisi di negara bagian Amerika Serikat  yang berbatasan dengan Kanada ini dengan singkat namun berisi. Betapa kehidupan masa kecil Mia dengan pola didikan orang tuanya telah membentuk karakter seorang musisi tangguh yang memahami keinginan dan cita-citanya dalam kehidupan. Mengerti akan apa yang diinginkan dalam hidupnya telah membawa Mia untuk menetapkan pilihan di tengah kalutnya suasana hati sang ruh yang terlepas dari tubuhnya.

Hidup memang menyediakan beragam piihan untuk dijalani. Dan untuk setiap pilihan, selalu ada harga yang mesti dibayar…

Jakarta, 3 Mei 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s