Life Traveler – suatu ketika di sebuah perjalanan

Posted on Updated on

Sebuah perjalanan selalu membawa kenangan tersendiri bagi sang traveler. Bagi seorang Windy Ariestanty, perjalanan adalah penemuan jati diri melalui berbagai pengalaman baik yang menarik, maupun yang biasa-biasa saja. Melalui percakapan bersama seorang tour guide, pelayan restoran maupun kegiatan duduk di tepi danau atau di dalam kendaraan yang membawanya dari sebuah kota ke kota yang lain.

Terus terang, yang mendorong saya membeli buku ini ada 2 hal. Yang pertama, saya menyukai sampul buku ini. Yang kedua, beberapa buku tentang perjalanan yang saya baca akhir-akhir ini hampir semua ceritanya dibawakan dengan detil sehingga menarik untuk dibaca.

Tak terkecuali buku Life Traveler ini.

Pertama kali membaca daftar isinya, saya menduga akan menaruh minat pada bab-bab tertentu saja mengingat buku ini memuat berbagai cerita tentang beragam tempat wisata mulai dari Asia, Eropa hingga Amerika yang tentunya tidak semua tempat yang diceritakan tersebut menarik perhatian baik dari segi keindahan yang ditawarkan maupun kesan yang diperoleh penulis untuk kemudian dibagi kepada pembaca. Ternyata tidak demikian yang terjadi. Melalui penuturannya yang sederhana, tiap bab dalam buku ini ternyata mampu memberikan keindahan, kisah unik yang berakhir pada refleksi diri kepada pembacanya. Setidaknya kepada saya.

Ha Noi, Vietnam dengan segala keterbatasannya ternyata justru menarik minat wisatawan untuk lebih lama melihat-lihat sekeliling karena peraturan yang membatasi kecepatan berkendara di daerah wisatanya.

Lain Asia lain pula Eropa. Perjalanan keliling Eropa yang dilakukan penulis yang berlatar belakang tugasnya sebagai editor untuk mengikuti sebuah pameran buku di Jerman mengantarnya pula menikmati indahnya kota tua di Jerman lengkap dengan museum-museum ternamanya, pemandangan indah gunung salju di Swiss, istimewanya wine di Praha. Mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Belanda dengan tidak melewatkan berjalan-jalan di kawasan prostitusi legal yang mungkin hanya ada di negara ini. Dan yang teramat sangat tidak boleh untuk dilewatkan dalam sebuah perjalanan ke Eropa tentunya adalah pengalaman seru di Perancis, Sang Pusat Mode Dunia.

Life Traveler bukanlah satu-satunya buku yang mengajak kita berkelana untuk kemudian mengambil pelajaran berharga dari tiap benda yang ditemui baik itu benda hidup maupun benda mati. Namun entah mengapa usai membaca buku ini, ada sedikit penyesalan pada diri saya mengapa perjalanan-perjalanan saya selama ini tidak pernah berusaha saya tulis. Cause it was fun, enjoyable and also meaningful ! Seperti kesan saya selama membaca buku ini.

Judul         : Life Traveler

Penulis      : Windy Ariestanty

Penerbit    : GagasMedia

Tahun       : 2011

Tebal        : x + 382 halaman

Jakarta, 15 November 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s