Where She Went

Posted on

Gayle Forman kembali mengungkap kehidupan musisi Amerika era masa kini dalam novelnya. Sekuel novel If I Stay ini menarik dengan penggambaran kisah dari sudut pandang yang berbeda. Mia, tokoh utama dalam If I Stay, menceritakan pengalaman diri dan batinnya dari sudut pandangnya sendiri. Sementara dalam Where She Went cerita dibawakan dari sudut pandang Adam, sang kekasih. Sebagai tokoh utama sekaligus pencerita (Aku) dalam novel ini, Adam membawa pembaca untuk mengetahui kehidupan remajanya, masa awal karirnya, hingga masa gemerlap yang membawanya untuk kembali bertemu Mia.

Pergolakan batin Adam dan Mia dibawakan dengan cara yang unik sehingga membuat cerita menjadi makin menarik. Setidaknya itu menurut saya. Meski diceritakan dari sudut pandang yang berbeda, Where She Went tetap memberikan kesatuan karakter yang utuh dengan novel pendahulunya, If I Stay. Mia, pemain cello muda yang introvert dan begitu gamang dengan kepergian kedua orang tua dan adik satu-satunya, terlihat lebih matang di novel kedua ini. Pengalaman Mia bersekolah dan meniti karir di New York selama 3 tahun telah mendewasakan jiwanya. Mengajak Mia untuk dapat melihat kehidupan barunya dengan penuh harap. Meski demikian, kerapuhan Mia masih tetap tergambar pada beberapa segmen yang menceritakan bagaimana Mia begitu tersiksa dengan kenangan masa lalunya bersama Adam yang tidak dapat dengan mudah diungkapkannya dengan kata-kata. Ikhlas dengan hanya memandang ketenaran dan hidup gemerlap Adam adalah pilihan Mia. Sementara Adam, kekasih dan pahlawan Mia yang merasa dilupakan digambarkan melewati semacam masa-masa percobaan sebelum akhirnya ia meyakini kehidupan seperti apa dan siapa saja yang ia kehendaki untuk terus mendampinginya.

Kisah percintaan yang sangat tidak mudah. Kondisi kejiwaan para musisi papan atas Amerika yang penuh gejolak, cita-cita, politik uang yang rumit namun berhasil dibawakan secara menarik oleh seorang Gayle Forman. Sisi psikologi kejiwaan yang kuat turut memperkokoh jalinan cerita dalam novel ini.

Judul                     : Where She Went (Setelah Dia Pergi)

Penulis                 : Gayle Forman

Penerbit              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun                   : 2011

Tebal                     : 240 halaman

 

Jakarta, 23 Desember 2011

Iklan

One thought on “Where She Went

    abuanjeli said:
    Desember 27, 2011 pukul 5:19 am

    Kayaknya seru kalo bisa baca bukunya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s