Natal di Central Park

Posted on Updated on

Natal identik dengan berhias diri. Tidak hanya rumah-rumah umat yang merayakan penuh oleh beragam pernak-pernik Natal. Mal-mal pun tak mau kalah dalam memperindah penampilannya menyambut Natal.

Tak terkecuali mal yang saya kunjungi hari ini, tepat di tanggal 25 Desember. Mal yang berada di kawasan grogol Jakarta Barat ini adalah salah satu mal terbesar di DKI Jakarta. Paling tidak bila diukur dari megahnya bangunan yang tampak dari luar.
Perjalanan kami sekeluarga hari ini dimulai pukul 15.30 setelah hampir setengah hari kami melakukan pemungutan suara kira-kira mal mana yang ingin kami kunjungi. Peserta pemungutan suara hanyalah seorang ayah, seorang ibu dan 2 orang anak saja. Lamanya keputusan diambil lebih disebabkan oleh jumlah mal yang bertebaran di seantero Jakarta. Tidak sedikit mal baru yang belum pernah kami kunjungi. Meski demikian, akhirnya pilihan jatuh pada mal Central Park. Sebuah mal yang belum berumur 5 tahun. Cukup baru, jarak tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kami yang terletak di kawasan Jakarta Barat juga. Kami pernah bertandang ke mal tersebut sebelumnya. Paling tidak sudah 2 kali. Anak-anak sangat terkesan dengan suasana taman terbuka di bagian tengah mal yang luas, bersih, banyak air mancur dan kolam ikan di pinggir taman. Pada beberapa sudut dihiasi dengan lampu taman yang indah. Huruf-huruf kapital raksasa membentuk tulisan LOVE memberi kesan romantis. Tempat duduk yang dibuat menyerupai batu alam persegi disusun bertingkat melingkari sebuah tempat pertunjukan life music sederhana. Konsep taman terbuka didalam mal seperti ini cukup unik. Kesan modern-sophisticated sangat terasa bila kita berada di tengah-tengahnya. Tak heran jika tidak sedikit orang-orang yang belajar fotografi maupun yang sudah ahli melewatkan waktu untuk mengambil beberapa moment maupun sudut-sudut indah nan romantis di tempat tersebut.

Singkat kata, lengangnya lalu lintas kota Jakarta hari ini segera mengantarkan kami menuju pintu masuk mal raksasa ini. Sesuai dengan ukuran mal nya, jalan menuju tempat parkir didalam mal pun cukup jauh dan berliku. Bila kurang cermat dalam membaca papan petunjuk, pengunjung mal akan dibuat berputar-putar di area tersebut dan tak kunjung tiba di area parkir mal.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah taman terbuka yang diceritakan di awal tadi. Diluar dugaan, taman yang biasanya hanya diisi oleh beberapa orang fotografer, pasangan muda dan sedikit pasangan paruh baya itu hari ini penuh sesak oleh pengunjung. Bayangan anak-anak saya untuk berlarian di taman sambil sesekali minta difoto sirna sudah. Kafe-kafe yang bertebaran di sekeliling taman pun dipenuhi pengunjung. Meski demikian sebuah kafe dengan menu utama donut dan frozen yoghurt ternyata masih menyisakan 3 kursi untuk kami duduki. Lega hati ini. Ini Natal, bukan hari biasa. Harusnya kami memaklumi kondisi yang tidak seperti biasanya ini. Mungkin lengangnya jalan-jalan raya di Jakarta tadi memberi kami sedikit harapan akan tersedianya ruang untuk berjalan-jalan atau sekedar duduk-duduk yang lebih di mal.
Meskipun dipenuhi pengunjung, taman terbuka ini masih mampu mempesona pengunjungnya dengan pohon natal raksasa di bagian tengahnya. Lampu warna warni dipasang dari bagian atas hingga bagian bawah pohon. Sementara disekitarnya dipasang deretan lampu-lampu yang menjuntai dari atas ke bawah menyerupai tetesan air. Sungguh memberikan kesan kemilau diantara entah berapa ratus manusia yang menikmati Natal di taman ini.
Pemandangan itu dapat kami nikmati dari tempat kami duduk di kafe ini.
Seorang pria yang intens menghisap rokoknya sangat disayangkan memilih untuk berdiri disamping kami yang sedang asyik menikmati suasana temaram perayaan Natal di Central Park ini. Sambil menghisap rokoknya, sebuah kalimat meluncur dari mulutnya untuk seseorang yang berdiri dihadapannya,”Kalau ada rejeki, tahun depan gua mau jalan-jalan ke Belanda”.
Wow, menyenangkan sekali mendengarnya. Saya berharap ia tidak membawa kebiasaan merokoknya di Belanda nanti.

Menyusuri lantai demi lantai di Central Park ternyata cukup menyenangkan. Setidaknya lautan manusia di bagian ini terbagi-bagi secara merata di tiap sudut ruang mal yang luas ini. Tidak berjubel seperti di taman tadi. Beragam etnis dari beraneka suku bangsa di tanah air ini terwakili satu per satu. Mereka berkumpul dan bersenang-senang bersama.

Jam bergeser ke pukul 18.30. Hampir separuh mal telah kami jajaki. Mengamati tingkah laku pengunjung memang menyenangkan. Pasangan muda dengan bayinya di stroller maupun dalam gendongan terlihat lalu lalang. Mereka mungkin menguasai sekitar 20% dari keseluruhan pengunjung mal ini. Muda mudi bergerombol berjalan sambil tertawa dan sesekali melirik ke smartphone yang ada di tangan masing-masing dari mereka, menambah semarak suasana. Di bagian tengah lantai dasar tegak berdiri pohon natal yang tidak kalah menariknya dengan kerabatnya yang menjulang di taman. Pohon natal yang ini dihias lebih meriah mengimbangi suasana bagian dalam mal. Tidak jauh dari tempat tersebut, seorang anak muda terlihat duduk di belakang sebuah meja yang berada di tengah mal membelakangi pohon natal tadi. Ternyata ia adalah penata rias sekaligus juru foto anak-anak yang ingin berfoto bersama Santa Claus ataupun ingin berpakaian menyerupai Santa. Stand foto ini dikelilingi oleh beragam kostum berwarna merah berikut latar belakang foto yang bergambar pemandangan yang sesuai dengan suasana natal. Seorang anak kecil terlihat asyik berfoto ria bersama orang tuanya menggunakan latar belakang yang disediakan stand foto tersebut secara gratis karena ia tidak ingin menyewa pakaian dan menggunakan jasa tukang foto yang ada. Untuk apa juga karena orang tuanya telah menggenggam kamera yang siap digunakan kapan saja tanpa harus melakukan pembayaran. Dan sang juru foto pun tetap diam di belakang mejanya.

Sebuah papan petunjuk bertuliskan blitz megaplex terpampang didepan kami saat melintas didepan toko buku yang berada di lantai 3. Sontak kedua anak saya berkata,”Nonton yuk!”. Pembelian tiket dilakukan oleh suami saya. Saya dan anak-anak kembali mengamati suasana theater yang dipenuhi anak muda dengan gaya mirip-mirip boyband dan girlband masa kini. Potongan rambutnya, kacamatanya, berpakaiannya. Sungguh kuat pengaruh gaya boy/girlband Korea pada anak muda masa kini. Iklan smartphone bertebaran di area pembelian tiket tersebut. Saya pun akhirnya bersandar pada salah satu pilar yang bergambar smartphone canggih produksi Cina yang rupanya sedang gencar dipromosikan, sambil menunggu tiket terbeli.

Dalam waktu singkat, film Alvin and The Chipmunks yang kami tonton berhasil menyedot perhatian anak-anak. Selama pertunjukan, ekspresi penuh kekaguman dan tawa ceria terpancar di wajah kedua anak saya. Ditemani kentang goreng dan hot dog, mereka terlihat tak henti tertawa. Betapa tidak, melihat tupai-tupai mungil melenggak lenggok dengan gemulai di lantai dansa sebuah diskotik kapal pesiar adalah salah satu daya tarik yang ditawarkan film ini. Belum lagi lagu-lagu hits masa kini seperti Party Rockin’ nya LMFAO serta Born This Way nya Lady Gaga turut meramaikan film berdurasi sekitar 90 menit ini. Pesan moral yang dibawakan pun sesuai untuk anak-anak. Berisi, tapi ringan untuk dipahami.

Pukul 9 malam kami sekeluarga sudah tiba di lantai 11 area parkir mal. Tempat dimana mobil kami bersemedi selama hampir 4 jam. Kami bersiap meninggalkan riuhnya pesta Natal di Central Park.

Tak lama kemudian mobil kami kembali melaju di keheningan Jakarta.

Jakarta, 25 Desember 2011

Iklan

3 thoughts on “Natal di Central Park

    retno (mamanethagitha) said:
    Desember 27, 2011 pukul 2:21 am

    nice Cerpen bu…

      nastitidenny responded:
      Desember 27, 2011 pukul 4:07 am

      Terima kasih mbak Retno. Laporan sekilas pandang ini mbak…hehe.

    abuanjeli said:
    Desember 28, 2011 pukul 10:19 am

    Reblogged this on MY GIANT BOOK.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s