Dari Balik Rumah Kaca

Posted on

Jarinya menyentuh dinding rumahku berkali-kali. Bergerak tak tentu arah. Aku tak hanya dibuat puas memandang jari tersebut ke kanan kiri lalu atas bawah. Aku juga dibuatnya kebosanan.

Ia memendam terlalu banyak rahasia. Aku tak mengerti apakah ia benar-benar tidak memiliki pendirian ataukah masa lalu mengungkungnya terlalu erat. Membuatnya tak dapat bergerak. Bahkan untuk sekedar memutuskan apakah saat ini sebaiknya ia menggerakkan bola matanya atau terpaku saja pada sebuah titik. Linglung. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan dirinya saat ini.

‘Hellooo!!’

Aku berteriak sekeras mungkin sambil menempelkan wajahku di dinding kaca. Berusaha membangkitkan kesadarannya. Kemarin aku melihat kertas bergambar dirinya dengan seorang wanita melayang kemudian menghantam rumah kacaku. Sejak saat itu ia lebih sering melamun. Hanya jarinya yang bergerak-gerak. Menorehkan bekas serupa garis-garis melengkung kasar di dinding rumahku. Aku tahu ia bekerja siang malam hanya untuk membeli rumah kaca mungilku ini.

Tapi masalahnya bukan itu. Ia tak boleh terus menerus berkubang pada khayalan bahwa ego menyembunyikan perasaannya pada wanita dalam kertas itu adalah hal terbaik yang pernah ia miliki.

Aku masih saja teringat akan raut wajah itu. Seraut wajah yang memohon dengan hati.

Ia membutuhkan pernyataan! Terlalu sulitkah itu untuk kau mengerti?

Aku pasti telah memakinya jika bukan karena dorongan kuat yang membawa tubuhku menjauh dari tempatku menilai-nilai kelakuannya. Awalnya aku terayun perlahan bak perahu terkatung-katung di tengah laut. Kemudian melesat cepat dan mendarat perlahan di sebuah permukaan.

‘Yeayy! He did it! He did it!’

Akhirnya aku mampu berteriak bangga untuknya. Ia memisahkanku dari teman-temanku yang lain. Meletakkanku di antara I dan U. Lalu menekan sebuah tombol.

 ‘Bip!’

I ❤ U, Honey

Dari balik rumah kacaku yang hangat, aku dapat merasakan runtuhnya tembok ego yang selama ini ia bangun.

 

(Ditulis untuk #postcardfiction di @kampungfiksi)

Jumlah kata: 279

Iklan

4 thoughts on “Dari Balik Rumah Kaca

    g said:
    Desember 12, 2012 pukul 12:53 pm

    Like this!!! ^_^

    meyrinda said:
    Januari 12, 2013 pukul 3:41 pm

    wow keren lagi ni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s