750 Kata Perhari Sebagai Bahan Baku Kompos

Posted on

Writing-writing-31277215-579-612Pada bulan Februari lalu, saya menghadiri sebuah workshop menulis kreatif yang diadakan di Istora Senayan. Pembicara workshop adalah penulis produktif Indonesia, Clara Ng. Clara sudah menulis kurang lebih 16 buah novel. Novel-novel Clara mengusung kisah yang beragam. Mulai dari KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) hingga dunia penyihir. Karya-karyanya sangat kreatif.

Dari sekian banyak uraian pengetahuan dasar menyusun kisah fiksi dengan baik hingga sesi tanya jawab yang seru, yang paling berkesan bagi saya justru makalah sebanyak 2 halaman yang dibagikan pada peserta di awal acara. Makalah yang berjudul Mari Menulis Buruk! Makalah yang ditulis oleh sang pembicara tersebut membuat saya untuk kesekian kalinya yakin bahwa untuk menghasilkan tulisan (fiksi) yang baik resepnya sungguh sederhana. Menulis dan menulislah terus. Itu saja. Kalimat tersebut tentu sudah berulang kali muncul sebagai timeline di twitter, status di facebook ataupun uraian panjang lebar di blog (seperti yang saya lakukan sekarang ini…haha!). Namun ternyata untuk mewujudkannya sangatlah tidak mudah. Saya ingin mengambil contoh diri saya sendiri. Sudah lebih dari 2 tahun saya mengunduh program berjudul 750wordsbuster. Program tersebut mengirim email reminder setiap pagi bahwa saya harus menulis setidaknya 750 kata. Kalau saja saya disiplin, tidak usah setiap hari, 4 hari saja dalam seminggu, entah sudah berapa banyak tulisan saya hasilkan. Mungkin masalahnya satu, kita sering dibuat risih dengan tulisan buruk yang dihasilkan dari kepala yang sedang kekurangan ide.

Tetapi uraian tentang Kompos di makalah tersebut mengubah sedikit banyak pandangan saya terhadap ‘risih’ itu tadi. Berikut uraiannya.

Mau contoh apa saja yang buruk dapat menjadi hal yang bagus? Kompos! Kompos adalah sampah yang diolah menjadi pupuk. Ingat motto Go Green, yakni reduce, reuse, recycle? Saya percaya bahwa menulis fiksi juga seharusnya mematuhi prinsip Go Green: reduce-mengurangi kata-kata yang tidak berguna di tulisan burukmu, reuse-mempergunakan tulisan-tulisan burukmu yang diperbaiki lagi, recycle-mengolah tulisan-tulisan ngawur yang kamu tulis.

Menulis buruk juga membuatmu melepaskan beban untuk menulis dengan sangat indah dan tekanan menjadi penulis yang sukses. Itu akan membuatmu terhindar dari berbagai pikiran yang malah menyumbat benakmu untuk semakin berkreasi. Menulis harus lepas dan bebas. Itulah sebenarnya kebahagiaan hakiki seorang pekerja kreatif: merdeka dan santai.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk menulis!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s