Peri Dalam “Celoteh Perempuan”

Posted on

Saya Writing Workshop Addicted. Yes, it is so true! Banyak hal saya dapat dari kegiatan tersebut. Pertama, jalan-jalan ke luar rumah pastinya. Kemudian bertemu banyak teman baru yang dengan senang hati saling berbagi pengalaman dalam menulis, dan yang terakhir tentunya adalah materi dalam workshop itu sendiri.

celoteh perempuan

Kumpulan cerpen berjudul Celoteh Perempuan ini adalah buku kumpulan pekerjaan rumah para peserta sebuah workshop menulis yang saya ikuti. Tentunya setelah diseleksi terlebih dahulu. Yang membahagiakan buat saya dengan terbitnya buku ini adalah, dimuatnya cerpen fantasi pertama saya! Fantasi adalah sebuah genre yang tanpa saya sadari telah saya sukai begitu saja (maaf kalau kalimatnya agak aneh tapi seperti itulah gambaran singkatnya). Mungkin karena saya sering nonton film kartun, juga tanpa sengaja. Diawali dari menemani kedua anak saya nonton kartun Disney sembari menghabiskan makan pagi dan siangnya, kemudian menjadi sesuatu yang membuat saya ketagihan.

Cerpen saya yang berjudul Peri Hujan dalam kumpulan cerpen ini tidak selalu benar bila disebut sebagai cerpen fantasi saya yang pertama (kalimat aneh kedua). Saya pernah menulis beberapa cerpen dengan tokoh binatang. Ide-ide cerpen dengan tokoh binatang biasanya muncul begitu saja saat salah seorang anak saya memperlihatkan ketertarikan yang demikian besar pada kehidupan hewan tertentu ataupun fenomena alam yang berhubungan dengan kehidupan hewan. Jadi, mungkin yang benar adalah, cerpen Peri Hujan adalah cerpen genre fantasi-dewasa-tidak-bertokoh-binatang pertama saya. Makin ribet.

Bahagia itu sederhana, melihat buku yang berisi tulisan hasil karya sendiri mejeng di rak depan toko buku. Demikianlah status yang saya posting di dinding facebook tidak lama setelah pengambilan foto yang sekarang nampak di hadapan anda. Buku yang sudah jadi dan siap dibaca memang bukti konkret penyebab munculnya rasa bahagia. Namun, di luar itu, saya menyimpan dua kebahagiaan yang tidak nampak. Yaitu kenyataan bahwa Peri Hujan dinobatkan sebagai satu dari dua cerpen terbaik di minggu ke-3 workshop, dan bahwa saya menuliskan kelanjutan cerpen tersebut sehingga menjadi semacam cerpen bersambung. Cerpen fantasi bersambung ini terbukti sangat membantu disaat saya mengalami kebuntuan menulis kisah-kisah non fantasi. Menumpuk beragam sampah tulisan tentang peri berbaju biru, berwajah sayu, dan sedang menjalani masa hukuman di balik jeruji membuat saya terlepas dari beban menulis. Siapa tau, siapa tau ya, suatu saat layak dikumpulkan untuk dijadikan cerita yang menarik.

Salam semangat menulis dari saya dan Peri Hujan untuk teman-teman semua!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s