“Always be in Your Heart” Sebuah Salam dari Timor Timur

Posted on Updated on

always be in your heartMeski belum menemukan alasan yang tepat, saya memercayai kalau urutan juara dalam sebuah lomba tidaklah menjadi penentu kualitas cerita sama sekali. Dan ini terbukti berkali-kali. Bahkan hingga hari ini, saat saya baru saja selesai membaca novel juara ke-3 Lomba Novel Qanita Romance yang satu ini. Novel berjudul Always be in Your Heart (Pulang ke Hatimu) saya baca selisih sehari saja setelah mengakhiri membaca novel juara ke-2 lomba yang sama. Membaca bab pertama buku ini untuk kesekian kalinya memberi saya bukti kebenaran kalimat pembuka yang saya tulis tadi.

Kisah dengan alur flashback ini dibuka dengan pemaparan singkat seekor anjing tentang perubahan yang terjadi pada diri tuannya. Bagian ini sudah memberi kesan ‘tidak biasa’ buat saya. Selain pembukaan yang memikat, kalimat yang digunakan dalam novel ini memberikan saya gambaran bahwa penulisnya adalah seorang yang mampu menggunakan diksi dengan baik. Kalimat demi kalimat dalam buku ini sangat mudah dinikmati. Tanpa perlu mengumbar metafora, selama membacanya, saya terkadang seperti sedang mendengar lantunan nada yang indah.

Timor Timur pra dan pasca referendum digunakan oleh pengarang sebagai latar kisah percintaan Marsela dan Juanito. Kisah cinta mereka terhalang oleh keputusan berbeda antara keduanya. Marsela yang mengikuti sang ayah untuk mengungsi dari Ermera (sebuah wilayah yang dikuasai Republik Timor Leste pasca referendum) karena memilih tetap berada di bawah naungan merah putih harus berpisah dengan Juanito yang bertekad mengembangkan ladang kopinya di Ermera apapun yang terjadi. Di hari ulang tahun Marsela, beberapa saat sebelum berpisah, Juanito memberikan hadiah dua ekor anjing bernama Lon dan Royo. Saat akhirnya berpisah, Lon turut bersama Marsela sedang Royo tetap tinggal di Ermera bersama Juanito. Adegan demi adegan dalam buku ini berjalan mulus. Narasi dan dialog memiliki porsi yang seimbang. Belum lagi deskripsi setting yang harus diakui memberi kekuatan sendiri dalam cerita ini. Minimnya jumlah tokoh dalam novel ini berhasil diramu perannya untuk makin memperkuat fokus cerita.

Namun demikian, ada dua hal yang kehadirannya ‘samar’ untuk saya dalam novel ini. Pertama, peran Lon dan Royo. Saya mengharapkan kedua anjing yang seperti diciptakan sebagai simbol dua hati yang terpisah itu mengambil peran lebih dari sekedar membuka dan menutup cerita. Kedua, keberadaan Randu yang sempat dekat dengan Marsela berakhir begitu saja saat Marsela merasa bahwa Randu melindunginya hanya untuk memenuhi pesan almarhum ayah Marsela untuk menjaganya.  Sementara hampir sepertiga cerita Randu terlihat begitu menaruh hati pada Marsela. Randu seolah ‘diselamatkan’ begitu saja saat Juanito hadir kembali di akhir cerita.

4 bintang dari 5 bintang yang tersedia untuk novel ini.

Akhir kata, to’o hasoru fali! (Baru tau kalau bahasa Timor yang itu artinya: sampai jumpa lagi!:))

Bye Timor…

Judul           : Always be in Your Heart (Pulang ke Hatimu)

Pengarang : Shabrina WS

Penerbit     : Qanita

Cetakan      : I, Februari 2013

Tebal           : 236 halaman

Iklan

2 thoughts on ““Always be in Your Heart” Sebuah Salam dari Timor Timur

    Shabrina ws said:
    April 20, 2013 pukul 11:55 am

    Terima kasih banyak Mbak, sudah datang di launchingnya, sudah membaca dan membuat catatannya. 🙂

      nastitidenny responded:
      April 20, 2013 pukul 12:57 pm

      Sama-sama. Senang datang ke acara launchingnya. Baca bukunya juga 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s