Saya, J50K dan (Bukan) Salah Waktu

Posted on Updated on

bukan salah waktu (final)Perjalanan berlatih membiasakan menulis fiksi bagi saya adalah perjalanan yang panjang dan tidak mudah. Meskipun lahir dan besar di lingkungan pembaca novel, tak satu pun dari pembaca di sekitar saya itu yang menulis fiksi. Menulis yang dilakukan orang tua saya adalah menulis laporan kerja, hasil tesis, menilai pekerjaan mahasiswa, dan mengisi jurnal untuk majalah kedokteran.  Sementara kakak, tak jauh dari menulis laporan kerja dan setelah berhenti bekerja praktis menulis laporan uang belanja saja. Saya? Tak jauh berbeda. Dengan kakak, tentunya 🙂

Diawali dengan mengisi blog secara acak-acakan dan bergabung di berbagai sosial media, saya dipertemukan dengan beragam komunitas menulis. Salah satu komunitas menulis yang bernama Kampung Fiksi, pada bulan Oktober 2011, melalui akun twitternya, mengadakan workshop menulis sehari. Tanpa berpikir banyak saya langsung mendaftar. Workshop yang terbilang sederhana tapi berisi itu membawa saya mengikuti salah satu lomba cerpennya. Dan alhamdulillah meraih juara 2. Waktu itu pesertanya memang cuma sedikit. Tapi bagi saya yang belum pernah mendapat hadiah gadget dari lomba menulis, rasanya senang bukan main.

Ditengah menulis pengalaman seperti ini sebenarnya saya diliputi kekhawatiran. Khawatir menulis terlalu panjang, membosankan, dan ngelantur ke mana-mana. Baiklah, sebenarnya banyak yang ingin saya ceritakan setelah lomba cerpen tadi. Tapi saya tak ingin membuat pembaca yang mungkin sudah ratusan kali membaca pengalaman belajar menulis seseorang semenjak ada sosial media menjadi bosan. Nah, mulai pada ngantuk…

Singkat cerita, sebuah ajang ngebut menulis novel dalam waktu sebulan yang diadakan Kampung Fiksi pada bulan Januari 2012 saya ikuti. Ajang inilah yang bernama January Fifty Kilo (J50K). Genap sebulan saya menulis dengan tekat baja anti karat, hasilnya adalah kepala terasa berat karena kurang tidur berhari-hari dan sebuah file berisi naskah novel yang tidak ingin saya baca kembali. Menulis 50.000 kata dalam waktu sebulan ternyata dahsyat. Dahsyat menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran. Suka duka selama mengikuti ajang J50K ada di sini. Naskah tersebut saya beri judul Rumah untuk Dua Hati.

Berbagai lomba menulis novel kemudian makin marak di sosial media waktu itu. Tapi naskah tersebut tidak saya ikutkan ke satupun lomba yang ada. Bagaimana mau diikutsertakan kalau saya saja, pengarangnya, tidak tega membacanya kembali untuk kemudian melakukan revisi dan mengirim ke penerbit yang mengadakan lomba. Saya justru menulis naskah novel yang lain lagi. Dengan stamina hasil gemblengan J50K, naskah novel kedua saya selesai pertengahan 2012 dan langsung saya kirimkan ke sebuah lomba menulis novel yang diadakan Gramedia Pustaka Utama. Ya, saya merasakan dampak positif mengikuti J50K saat itu. Saat dengan tenang dan percaya diri saya ternyata mampu menyelesaikan sebuah naskah (lagi) tanpa harus ada yang mengingatkan saya akan tenggat waktu ataupun mengejar dengan stopwatch kata.

Naskah J50K 2012 mati suri. Sementara naskah kedua yang saya kirim ke ajang lomba menulis novel mentok di 30 besar. Tidak termasuk 11 besar yang diterbitkan. Nasib. Meski demikian, saya tak ingin berhenti menulis novel. Tanpa bekal idealisme apa-apa, sekadar ingin menulis saja. Tidak ada yang mau menerbitkan tidak apa. Januari 2013, saya kembali menulis naskah novel ketiga saya. Belum selesai ditulis, saya membaca sebuah ajang lomba menulis novel yang diadakan penerbit bentang pustaka. Dari segi tema, sangat dengat dengan tema yang saya angkat dalam naskah J50K 2012 saya yang mati suri itu. Akhirnya, saya menguatkan hati untuk menengok naskah itu kembali. Merevisinya dengan setengah hati karena tak yakin akan mengirimnya ke bentang pustaka.

Akhirnya naskah tersebut saya kirim ke surel yang diberikan bersama persyaratan yang lain tanpa ada beban. Saya yakin tidak akan terpilih. Eh, tapi siapa tau. Ah, gimana sih!

Pengumuman yang sedianya pertengahan Maret mundur hingga pertengahan Mei 2013. Itupun tidak langsung mengumumkan pemenang yang akan dibukukan. Shortlist berisi 18 besar diumumkan terlebih dahulu. Saya yang ternyata masuk dalam shortlist tersebut kaget, terharu, lalu kembali ke niat awal, tidak berharap menjadi pemenang. Tapi siapa sangka, setelah dipilih kembali 8 naskah yang akan dibukukan, naskah saya ada diurutan ke-4! Wow, serta merta saya tidak bisa tidur semalaman :D.

Terpilih untuk dibukukan ternyata tidaklah mudah. Bagi saya yang sejak awal kurang puas dengan naskah tersebut ingin menulis ulang saja dengan format baru. Selain itu, saya merasa gaya menulis saya sudah jauh berubah dibanding Januari 2012. Kalau direvisi ala tambal sulam rasanya kurang bertanggung jawab terhadap pembaca yang nantinya harus mengeluarkan sejumlah dana untuk membelinya. Akhirnya, dengan persetujuan penerbit, naskah tersebut seluruhnya saya tulis ulang. Juli 2013, naskah dengan wajah baru selesai ditulis.

Naskah yang kemudian diberi judul (Bukan) Salah Waktu saat ini sudah dapat dipesan secara online di sini. Karena libur panjang, distribusinya ke toko buku baru akan dilakukan Januari 2014.

Semangat membaca dan menulis, Bookmania!

Salam hangat 🙂

Iklan

9 thoughts on “Saya, J50K dan (Bukan) Salah Waktu

    Momo DM said:
    Desember 27, 2013 pukul 11:21 am

    Reblogged this on and commented:
    Inspiratif!

    g said:
    Desember 27, 2013 pukul 2:52 pm

    hihi… Jadi sempet ga bisa tidur berapa malam sih sebenernya? X)) Sekali lagi, selamat 😀

      nastitidenny responded:
      Desember 28, 2013 pukul 2:31 am

      Hahaha…nggak ingat. Pokoknya pagi udah kayak zombie aja :))

    Rosa said:
    Desember 28, 2013 pukul 1:01 am

    inspiratif artikelny, jadi semangat nih untuk mencb menulis novel 😀

      nastitidenny responded:
      Desember 28, 2013 pukul 2:33 am

      Yuk langsung diwujudkan 🙂 Salam kenal!

    annisarangkuti said:
    Desember 28, 2013 pukul 2:29 am

    wow..saya jd semangat lagi begitu baca ini..setiap tulisan ada jalannya masing2 ya, mbak..

    selamaatt dan salam kenal, mbak.. 🙂

      nastitidenny responded:
      Desember 28, 2013 pukul 2:34 am

      Halo. Terima kasih. Salam kenal juga 🙂

    siiqebo said:
    Desember 28, 2013 pukul 2:56 am

    kereeeennnn semangata terusssssss 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s