Benda-Benda Rahasia Nenek

Hingga kini aku masih saja menyimpan segudang pertanyaan tentang benda-benda yang ada di rumah nenek. Sebuah rumah sejuk di kota kecil di Jawa Tengah.
Masa kecil yang aku habiskan di rumah nenek selama kurang lebih 8 tahun melekat begitu kuat diingatanku terutama berkaitan dengan segala sesuatu yang tampak begitu banyak menyimpan rahasia. Sesungguhnya itu semua berangkat dari pola pikir masa kanak-kanakku tentang semua benda yang berumur cukup tua di rumah nenek. Kotak tempat beliau menyimpan alat-alat menjahitnya yang bergambar lukisan eropa di jaman renaissance, gunting baja yang tampak begitu legendaris mengingat usia dan ketajamannya, belum lagi lukisan dan foto-foto kuno yang menghiasi dinding rumah sejuknya. Mereka seolah ingin bercerita padaku.

Aku kerap membayangkan bahwa masing-masing benda tersebut sesungguhnya adalah petunjuk untuk mengungkap sebuah rahasia yang terpendam sekian lama di rumah itu. Ya, rumah nenek adalah bangunan kuno dengan arsitektur jaman hindia belanda yang makin mendukung bayanganku akan sebuah rahasia yang belum pernah terungkap. Pintu-pintu kayu dan lantai bermotif entah apa namanya yang mencirikan keberadaan benda tersebut jauh sebelum kemerdekaan bangsa ini adalah saksi bisu rasa penasaranku.

Jika mengingat masa kecil yang aku lewatkan bersama nenek, seringkali aku tersenyum sendiri. Meski malu disebut pengkhayal, aku senantiasa membayangkan diriku adalah seorang detektif yang sedang mengumpulkan barang bukti yang berasal dari benda-benda yang kuanggap rahasia tadi di rumah nenek. Aku kerap memikirkan betapa misterius benda-benda itu. Begitu misteriusnya hingga diam-diam aku kerap menyimpannya sendiri dan membuat nenek kelabakan mencarinya disaat ia membutuhkan.

Seiring dengan bergulirnya waktu, rasa penasaranku terungkap satu per satu. Benda-benda rahasia milik nenek memang menyimpan begitu banyak petunjuk. Mereka akhirnya menyerah pada waktu yang terus memintanya untuk membuka tabir rahasianya.

Lukisan kuno yang menggambarkan lahan pertanian luas bercerita padaku tentang indahnya berdamai dengan alam. Ia berharap sampai kapanpun juga manusia akan selalu memeliharanya untuk kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Gunting baja yang belum pernah berkarat itu mengajakku untuk berpindah ke sebuah dimensi waktu kala semua hasil bumi masih dipergunakan sewajarnya oleh manusia. Ketajamannya yang tak lekang oleh waktu mengatakan padaku tentang arti sebuah kesetiaan. Jam dinding buatan belanda awal tahun 1900-an yang hingga kini masih terpasang di ruang makan rumah nenek membisikkan sebagian misteri pergantian zaman yang berkelebat cepat dari waktu ke waktu. Ada masanya saksi zaman yang satu ini meronta ingin melawan kala putaran mesin yang digerakkan oleh lempeng besi anti karatnya tak mau lagi berkompromi dengan dirinya yang masih ingin berdentang nyaring di setiap pukul 12. Keangkuhan masa lalu mereka akhirnya toh mesti berlutut pada generasi digital yang lebih mampu memanjakan mata manusia.

Perlahan tapi pasti sebagian dari mereka mengisahkan dongeng kehidupannya padaku. Sementara sebagian yang lain…hmm, aku tak akan memaksanya bercerita padaku. Biarlah waktu yang membantunya menentukan saat yang tepat.

Karena sesungguhnya aku menikmati saat-saat mereka semua masih menyimpannya sebagai ‘rahasia’ padaku.

Jakarta, 24 November 2011


One thought on “Benda-Benda Rahasia Nenek

    bernard roeng said:
    November 8, 2012 pukul 3:21 pm

    sederhana tapi mengajak kita bersyukur atas waktu penyimpan makna “rahasia”…kesimpulan yang menyentuh bu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s