Terima Kasih Sederhanaku

Hmm…tidak terasa akhir tahun kurang beberapa minggu lagi ya, Di…

Kali ini aku ingin berbagi hal indah yang menjadikan tahun ini begitu istimewa buatku.
Sebenarnya masing-masing tahun memiliki makna tersendiri bagi hidupku. Tapi tahun ini berbeda.

Di, tahukah kau siapa musuh terbesar manusia ? Well, karena kamu bukan manusia, mungkin sulit untuk membuatmu dapat menjawab pertanyaanku tadi. Ini mengutip salah satu sabda Rosululloh SAW bahwa musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri !
Nah, jadi tambah bingung kan apa coba hubungannya musuh manusia dengan tahun istimewa.

Kalau musuh besar manusia itu dirinya sendiri, berarti harus ada cara untuk menaklukkannya. Menaklukkan buatku tidak selalu berarti mengalahkan, mematikan, atau membuatnya tidak berdaya. Menaklukkan juga dapat berarti memberdayakan untuk mendapatkan sisi positif yang lebih banyak daripada sisi negatif. Masih belum sampai-sampai ya ke ‘tahun istimewa’.

Jadi, tahun ini rasanya pantas untuk mendapatkan predikat ‘Tahun Perubahan’. Untuk diriku tentunya. Meski itu juga berarti banyak orang dalam kehidupanku akan turut merasakan dampaknya.

Now, here we go…

Tahun ini aku rasakan sebagai tahun dimana diriku mulai berani menghadapi ‘diriku yang lain’ yang selama ini hanya tersimpan rapi dalam lemari baju yang bernama tubuh. Hal itu disebabkan oleh kegiatan yang bernama M-e-n-u-l-i-s.
Dalam menulis, yang terlihat dan terasa pertama kali adalah kebebasan berimajinasi sesuai dengan dunia yang kita inginkan ada dalam tulisan kita. Namun setelah itu, tanpa aku duga, yang terjadi berikutnya adalah pengendalian diri yang selama ini belum pernah aku rasakan. Dalam menulis, entah mengapa, jiwa kita yang paling bersih dan yang paling jujurlah yang selalu segera mengambil alih tangan dan pena terlebih dahulu untuk kemudian mengajak seluruh anggota tubuh kita untuk bersinergi menghasilkan tulisan. Dengan keadaan yang demikian itulah jiwaku terasa terkendali dengan cara yang halus dan lembut, yang tumbuh dari dalam diriku sendiri tanpa campur tangan orang lain. Meskipun demikian, proses penemuan akan diri sendiri ini bukannya tanpa campur tangan pihak lain loh, yang pastinya berada di luar diriku.

Membuat akun twitter yang semula cuma iseng karena ingin tahu apa sih isinya twitter menjadi pemicu utama. Sebelumnya, coretanku jelas sudah menghiasi kolom ‘notes’ di facebook tapi tidaklah rutin aku update. Kegiatan menulis cerita pendek menjadi awal tantanganku didunia menulis tahun ini. Cerpen berjudul ‘Relationship’ menarik perhatianku pertama kali aku mengenal komunitas menulis di twitter. Penulisnya langsung serta merta aku follow :D. Kisah sederhana namun menarik ini membuatku terharu dan kemudian menyadari bahwa di sekitar kita, banyak sekali kisah keseharian yang dapat dijadikan cerita menarik seperti Relationship ini.
Berikutnya, tidak hanya kegiatan menulis online yang aku ikuti, tapi juga kegiatan yang sifatnya offline. Aku ingin mendapatkan energi positif yang kerap dibagikan oleh para penulis kenamaan secara gratis kepada penggemarnya. Untukku, ini adalah sebuah kemewahan. Seorang teman lama yang giat menulis juga menjadi pendorong semangatku untuk terus berkarya.

It is such a blessing to find a writing world, which is happened to me this year !

Tahun ini aku memulai suatu hal yang dapat membuatku lebih bersyukur atas segala yang aku dapatkan selama ini. Baik atau buruk peristiwa yang harus dihadapi dalam hidup ini, kini tidaklah menjadi masalah buatku sepanjang semuanya dapat ditulis untuk dibaca oleh diriku sendiri maupun oleh orang lain.

Untuk semua kejadian yang telah menjadi perpanjangan tangan Allah SWT dalam mengajakku untuk terus memperkaya pengetahuanku di bidang menulis, aku hanya dapat berjanji untuk tidak berhenti disini. Untuk terus berkarya demi diriku sendiri, keluarga, lingkungan dan semua yang mendapatkan manfaat dari tulisanku.

Semoga ‘ucapan terima kasihku’ yang sederhana ini dapat menjadi doa yang didengar oleh langit. Amin ya robbal alamin.

Jakarta, 27 November 2011
(Special thanks to : @dheaadyta, @salsabeela, @momo_DM, @fuadi1, @clara_ng, @nulisbuku, @kampungfiksi, @_plotpoint and all writing community’s friends)

Iklan

One thought on “Terima Kasih Sederhanaku

    bernard roeng said:
    November 8, 2012 pukul 3:26 pm

    smuangatzzz menulis terus buk..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s