Latest Event Updates

Terima Kasih Telah Melupakan Saya

Posted on

Perlahan tapi pasti
sang waktu akan memakan usia…

Derai tawa kemarin…
laksana panggung boneka di pesta ulang tahun
memanjakan setiap mata yang memandang
membawa kebahagiaan di tiap tarikan nafas

Derai tawa kini…
adalah ujian batin yang rapuh
memandang indahnya bintang di malam hari
yang datang dan pergi di sapu badai

Derai tawa esok…
merangkai butir-butir harapan yang tak pernah putus
menjadikannya kebahagiaan abadi di tiap tetes air mata

Mungkinkah didamba setiap kerinduan yang pernah ada ?

Atas nama cinta abadi, terima kasih telah melupakan saya

Euforia Mantan Pacar

Posted on Updated on

Sesaat jantung berhenti berdetak…
menyelami jiwa yang disana
adakah engkau tahu
asaku masih melekat sempurna

Hari demi hari berlalu…
balok-balok ingatan tersusun kembali
membentuk mahligai indah nostalgia

Tidur tidak pernah selelap ini…
mimpi tidak pernah seindah ini
saat jiwa diketuk halus
oleh kenangan masa lalu

Masihkah tersisa sedikit asa
kalau ini hanyalah sebuah dongeng

lucu, manis, mengharukan, aneh, gombal

Bangun !

Cahaya terang dihadapan
nyata, pasti, tersenyum penuh harap
Menghadang realita

Terlalu Mahal

Posted on

Malam-malam insomnia yang panjang,
membawaku terlarut dalam penantian,
menanti berakhirnya sebuah kebodohan

Akankah kesadaran bangkit di awal,
ataukah di akhir

Ataukah pingsan selamanya

Aku sangat berharga untuk sebuah kebodohan,
lebih tepatnya terlalu berharga untuk menjadi linglung
dan terhanyut selamanya

Melodi ini panjang,
menyeretku tanpa arah dan tujuan
membabi buta tidak karuan

Yang aku tahu hanyalah kemampuan tubuh ini
untuk selalu merekam namaMu Ya Allah
dalam heningnya malam,
dalam sejuknya pagi,
dan dalam teriknya siang

Aku telah membayar terlalu mahal
Aku telah melupakanMu

Astaghfirullahal’adzim…..

Kupu-Kupu

Posted on

(Dedicated to all person who believe that life is about Metamorphosis)

Lelah sudah perjalanan ini ditempuh
mengemban harap, tak kunjung sirna

Disini semuanya kembali jadi awal
Saat takdirMu menyentuh tubuhku

Perlahan kuendapkan langkahku
untuk kemudian bertafakur kepadaMu

Saat itu dingin tak lagi kurasa
karena perlahan tubuh ini digelayuti hening
hening yang menyejukkan tubuh
membalut setiap jengkal bagiannya

Begitu indah takdirMu bagiku ya Rabb
saat diri ini Engkau izinkan ‘tuk menyendiri
dalam gaun indah kepompong

Dan waktu berhenti di satu titik…
Cemburu yang selalu ada saat melihat bunga-bungaMu bermekaran tanpa penghuni,
sirna sudah…
Penyesalan tanpa akhir saat kepala ini masih bisa menengok ke belakang,
gugur tak berbekas…
Yang tertinggal hanyalah kesempatan untuk merasakan hangat mentariMu besok pagi…

Bila pagi yang dinanti tiba
perih di tubuh ini tak lagi terasa
Sayap indah anugerah dariMu lagi-lagi menjadi satu dari tanda kuasaMu

Sayup-sayup terdengar dari kejauhan :
Terbanglah wahai kupu-kupu kecilku
Jadilah kupu-kupu terindah di muka bumi

Paceklik Akhir Tahun

Posted on

Lembar demi lembar kisah telah dilalui
menepis duka
menggenggam harap

Tak satupun terlewatkan
luka sesaat lama rasanya
bahagia sekali tak sampai sedetik

Terseok-seok meraih mimpi yang tak pernah jadi bunga tidur
asa menggunung, tangan tak sanggup meraih
cukupkan ikhlas menjadi penunjuk arah
saat angan tak lagi sesuai tujuan

Bergemalah di seluruh nusantaraku :
“Robbana atina fiddun ya khasanah wafil akhiraati khasanah waqina ‘adza bannaar”

Menikmati Sepi

Posted on

Sepi itu hilang
hilang dalam keterasingan
hilang dalam kemandirian

Sepi itu melamun
melamun tapi tidak kosong
melamun tapi tidak lapar

Sepi itu jenuh
jenuh itu harus
jenuh itu nikmat
Sepi itu Indah
seindah rasa syukur
seindah aroma pagi

Sepi itu Surga
surga bagi hati kecilku
surga bagi relung jiwaku

karena Sepi itu DIAM,

karena Sepi itu TENGGELAM,

karena Sepi itu ANUGERAH,

dan semua yang kabur menjadi KARYA…