Gerakkan Hidupmu, Tulis Sekarang!

Acara yang diselenggarakan oleh komunitas yang menamakan dirinya PlotPoint ini digelar pada tanggal 15 Januari 2011 di sebuah sekolah menengah di bilangan Jakarta Selatan. Sebuah sekolah yang sejuk karena terdapat banyak pohon yang tertata rapi di halaman sekolah maupun di kanan kiri jalan yang menuju ke bangunan sekolah.

Perjalanan menuju tempat tersebut tidak mudah bagi saya yang tinggal di wilayah Jakarta Barat dan terbilang jarang bepergian ke wilayah Jakarta Selatan. Beruntung peta Jakarta yang diinstal oleh suami tercinta ke dalam laptop di rumah sangat membantu. Berbekal semangat untuk mengetahui seluk beluk dunia menulis, saya membuka peta itu dan mulai mempelajari arahnya. Ternyata lokasinya tidak jauh dari Cilandak Town Square.

Setelah sampai di lokasi acara tanpa kurang suatu apapun (kecuali bahan bakar mobil tentunya), saya segera memarkir mobil di bawah sebuah pohon yang cukup rindang tidak jauh dari lapangan basket. Udara segar menyelinap masuk ke paru-paru. Sungguh tempat yang sejuk dan nyaman.

Masih ada waktu sekitar 15 menit sebelum sesi yang ingin saya ikuti yaitu Novel Dasar dimulai. Namun demikian, ternyata panitia acara mengizinkan saya mengikuti sesi yang sedang berlangsung yaitu Menulis Skenario Dasar.

Saat itu adalah kali pertama saya bertatap muka langsung dengan penulis skenario terkenal, Salman Aristo. Prestasinya tidak tanggung-tanggung. Siapa yang tidak kenal film Ayat-Ayat Cinta, Laskar Pelangi atau Sang Pemimpi? Tiga film yang disebut tadi baru sebagian dari sekian banyak skenario film laris yang digarapnya.

Suara yang mantap dengan gaya bicara khas, Salman Aristo telah berhasil membuat pendengarnya enggan mengakhiri sesi tersebut.
Format cerita, menurutnya, selalu terdiri dari 3 bagian yaitu : awalan, tengah dan akhiran. Skenario yang baik adalah yang mampu membuat formula yang komunikatif dari awal hingga akhir cerita.
Langkah awal dalam menulis skenario adalah merumuskan premis cerita. Premis adalah gagasan dasar cerita. Premis biasanya didapat dari ide cerita yang dipilih, yang kemudian diperdalam, digali, sehingga menjadi lebih kuat.

Penjelasan yang singkat namun padat tentang formula membuat cerita, juga perumusan premis yang kuat telah membuat diri ini serasa bergerak sekian langkah.
Sesi tersebut berakhir kurang lebih 30 menit sejak kedatangan saya.

Sesi yang ditunggu akhirnya tiba. Sesi Menulis Novel Dasar oleh Ahmad Fuadi.
Sebelum pembicaraan tentang kiat-kiat menulis novel dimulai, beliau terlebih dulu memperlihatkan slide show tentang novel pertamanya yang langsung meraih best seller, yaitu Negeri 5 Menara. Slide show itu menggambarkan potongan-potongan film tentang pondok pesantren yang ditulisnya, berikut sekilas rekaman Ahmad Fuadi dengan pekerjaan yang digelutinya di Amerika sebagai bagian dari apa yang dicita-citakannya semasa anak-anak.

Penjelasan mengenai metode dasar menulis novel dimulai. Diawali sedikit obrolan segar, Ahmad Fuadi menguraikan bagian-bagian penting dari pengalamannya sebagai penulis. Mulai dari menulis berita untuk surat kabar sampai dengan menulis novel.

Dikutip dari sebuah sumber, Ahmad Fuadi menguraikan bahwa orang membaca novel untuk mendapatkan 3 hal berikut:

– to understand
– to be entertained
– to escape

Tulisan yang baik menurutnya melalui beberapa tahapan berikut:

1. Luruskan niat (WHY)
Niat yang jelas dibutuhkan sebagai suntikan stamina awal yang nantinya akan berfungsi sebagai penyemangat setiap kali keinginan menulis melemah/meredup.
2. Subjek familiar (WHAT)
Dengan mengangkat subjek yang telah dikenal oleh penulis, tulisan diharapkan mempunyai kekuatan tersendiri.
3. Referensi dan visual (TOOLS)
Hal ini berguna untuk menghindarkan penulis dari kondisi writer’s block yang kerapkali terjadi di tengah proses menulis.
4. Konsisten (HOW)
Pekerjaan menulis yang dilakukan bertahap tapi pasti akhirnya akan menghasilkan sebuah karya yang dapat dinikmati oleh pembacanya.

Tiga hal saya jadikan catatan penting selama sesi ini :

– Membiasakan menulis dan sanggup mengatur waktu untuk menulis.

– Tulisan hendaknya selalu mengajak pada kebaikan dan mencegah keburukan.

– Luruskan niat anda menulis!
(Suntikan stamina yang satu ini telah membuat hati saya benar-benar tergerak)

Sepulang dari acara tersebut sebuah keinginan terselip di hati : mulai konsisten menulis dan menciptakan waktu lebih banyak untuk buku, pena, dan laptop saya!

Jakarta, 27 Desember 2011 (dikutip dari kumpulan catatan mengenai acara ini yang saya tulis pada tanggal 15 dan 18 Januari 2011)


4 thoughts on “Gerakkan Hidupmu, Tulis Sekarang!

    dreamer79lover said:
    Februari 9, 2012 pukul 7:46 am

    Makasih sharingnya yaa, Nastiti 😀

    Indah said:
    Februari 9, 2012 pukul 9:14 am

    Oh iyaa.. sekalian minta tolong, kalo ada kabar2 tentang Wordism, bagi2 yaa, soalnya jarang ngecek Twitter, hehehe.. thank youu so much 😀

      nastitidenny responded:
      Februari 18, 2012 pukul 3:15 pm

      siap! mudah-mudahan ngga kelewatan jg infonya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s