Sesi 1 – Jurnalisme Pop

Nara sumber untuk sesi ini adalah 2 orang wanita yang sudah sangat dipercaya oleh publik akan kemampuannya dibidang jurnalistik. Mereka adalah : Petty S. Fatimah (Pemimpin Redaksi Majalah Femina sejak 2003) dan Reda Gaudiamo (Pemimpin Grup Majalah Wanita Gramedia).

Dari kedua wanita dengan segudang pengalaman di bidang jurnalisme ini, beberapa uraian tentang jurnalisme pop yang berkembang pesat saat ini meluncur dengan jelas, ringkas dan padat :

– Bahwa saat ini terdapat begitu banyak majalah baik yang berasal dari Indonesia maupun yang berlabel lisensi dari luar negeri, seperti : Reader Digest, Chic, InStyle, Cosmopolitan dan sebagainya. Itu berarti peluang untuk menjadi penulis lepas maupun penulis tetap beragam rubrik yang ada didalamnya menjadi lebih besar.

– Bagi yang berminat untuk menjadi penulis lepas, yang mesti dicermati apabila ingin mengirimkan naskah ke redaksi majalah-majalah tersebut adalah memahami sudut pandang (angle) yang digunakan. Setiap majalah mempunyai ciri khas tersendiri dalam memandang manusia dan kehidupan. Segmen usia pembaca majalah juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

– Dalam kesempatan ini, Petty S. Fatimah berpesan untuk tidak ragu menjadi penulis yang menguasai satu hal secara spesifik. Ia menyatakan kagum pada penulis yang mampu mengisi beberapa rubrik yang berbeda di berbagai majalah. Akan tetapi, menjadi ‘spesialis’ untuk jenis tulisan tertentu adalah pilihan yang baik, mengingat makin banyaknya kesempatan yang dibuka oleh berbagai media massa untuk penulis berkeahlian khusus semacam ini.

– Beberapa tips untuk menjadi penulis (kontributor) tidak tetap sebuah majalah juga dibagikan di sesi tanya jawab.

Berikut ringkasannya :

» Berusahalah untuk mengenal tim editorial sebuah majalah. Saat ini jejaring sosial adalah media yang praktis dan efektif untuk melakukan hal ini.
» Mengembangkan network sangat diperlukan mengingat sekian banyak informasi bertebaran di jagat nyata dan maya yang dapat turut membantu pengembangan tulisan-tulisan kita.
» Terus mengasah kemampuan dibidang menulis agar tulisan kita dapat terlihat ‘lebih’ dibanding tulisan orang lain.

– Sesuatu yang kerap disebut sebagai ‘writer’s block’ juga dibahas disini. Hal yang kerap dianggap mengganggu kelancaran proses menulis ini sesungguhnya hanyalah semacam stres yang harus disikapi dengan bijaksana.
Refreshing adalah kegiatan yang kerap dilakukan para penulis yang sudah terbiasa dengan kondisi ini. Setelah pikiran segar kembali, proses menulis biasanya dapat dilanjutkan hingga selesai.

Demikian sesi 1 acara Wordisme yang ditutup dengan pembagian hadiah yang dibawa oleh Petty S. Fatimah dan Reda Gaudiamo untuk beberapa penanya terbaik.

Semoga bermanfaat bagi para penulis yang ingin berkarir di bidang jurnalistik, khususnya jurnalistik populer.

Jakarta, 24 November 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s