Sesi 3 – Meraih Sukses Dari Blog

Menjelang makan siang, bagian yang ditunggu-tunggu para penulis yang aktif sebagai blogger tiba. Tepuk tangan meriah mengiringi Raditya Dika memasuki ruangan diikuti Salsabeela, founder kutukutubuku.com dan nulisbuku.com yang mengisi acara di sesi 3 ini.

Kedua penulis yang memulai karirnya sebagai blogger tersebut membagi kiat-kiat menjadi blogger yang efektif sehingga karyanya dikenal lebih banyak orang sebagai berikut :

– Tulis sesuatu yang kita suka.
– Tulisan sebaiknya jujur, tidak berlebihan dan bukan hasil menjiplak karya orang lain.
U don’t have to be better, U just have to be different.
– Membuat tampilan blog yang menarik.

Sesi ini juga diisi dengan tanya jawab tentang bagaimana Raditya Dika dan Salsabeela mengawali karirnya dibidang menulis.
Salsabeela mengungkapkan bahwa dirinya juga mengalami penolakan beberapa kali pada waktu mengajukan draft novelnya ke sebuah penerbit dimana Raditya Dika, teman lamanya, bekerja. Meski demikian dirinya terus menulis dan membaca demi memperkaya isi blognya.
Sementara Raditya Dika mempunyai pengalaman dimana saat dirinya ingin mengajukan cerita yang dibuatnya di blog ke penerbit, teman dekatnya justru memberi usul yang berbeda, yaitu mengajukan kumpulan kisahnya sehari-hari saja ke penerbit. Pemilihan yang tepat karena akhirnya buku pertamanya, Kambing Jantan yang merupakan kumpulan kisah sehari-harinya, itu laris dipasaran.

Menanggapi pertanyaan tentang ‘writer’s block’, Salsabeela mengungkapkan bahwa itu adalah bagian dari ungkapan emosi yang muncul karena boring. Sehingga ia menyarankan untuk rileks sejenak bila kondisi itu terjadi. Lakukan apa saja yang dapat meringankan rasa itu. Salsabeela kemudian menceritakan kebiasaannya naik angkot keliling kota bila sedang bosan menulis. Menurutnya, selain membuat badan dan pikiran kita rileks, biasanya kita juga akan mendapat inspirasi menulis dari keadaan maupun orang-orang yang kita lihat / temui sepanjang perjalanan. Jadi, intinya, jangan menyerah apabila kebosanan itu terjadi pada kita.

Sebuah pertanyaan mengenai mana yang lebih penting apakah pemakaian kata (diksi) atau alur cerita ditanggapi oleh Raditya Dika dengan penjelasan singkat bahwa seringkali kata-kata yang sederhana tetapi mencerminkan keadaan yang menarik justru lebih disukai. Jadi pemilihan diksi jangan sampai membuat kisah menjadi sulit dipahami sehingga akhirnya kurang menarik.

Jakarta, 29 November 2011


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s