Sesi 4 – Pelatihan Menulis Fiksi Novel/Cerpen

Selesai makan siang dengan menu nasi merah anti diabetes, acara berlanjut ke sesi 4. Di sesi ini, peserta diberi pengarahan tentang seluk beluk penulisan fiksi novel dan cerpen berikut proses editing sebelum naskah akhirnya diterbitkan.

Narasumber untuk sesi ini adalah 2 penulis novel kawakan (Djenar Maesa Ayu dan Clara Ng) dan 2 editor penerbit besar yaitu Hetih Rusli dari Gramedia Pustaka Utama dan Windy Ariestanty dari Gagas Media.
Diuraikan di sesi ini bahwa aktivitas menulis dapat membuat orang mengerti akan dirinya sendiri. Jenis fiksi yang mampu ditulis oleh tiap orang akan berbeda-beda bergantung pada diri masing-masing. Dengan seringnya menulis, seseorang akan mengerti jenis fiksi apa yang mampu digarapnya untuk menjadi sebuah cerita menarik.
Tiga faktor penting dalam sebuah tulisan fiksi adalah : plot, setting dan karakter. Ketiga faktor ini sangat menentukan bagaimana sebuah cerita terbentuk.
Sebuah cerita memerlukan ide. Ide penulis pada umumnya bergantung pada nature of the writer. Untuk dapat menggali ide, seseorang yang ingin menulis fiksi sebaiknya peka terhadap perasaan, bersikap seperti spons (mampu meresap), dan punya kacamata yang unik terhadap sebuah kejadian yang ingin dijadikan ide.
Dalam cerita, ide harus mampu berkembang. Konflik dalam hal ini diperlukan untuk mengembangkan ide.

Di sesi ini, 2 editor narasumber menguraikan tentang tugasnya sebelum naskah akhirnya diterbitkan oleh penerbit. Editor, sebagaimana asal katanya yaitu edit, bertugas untuk membaca dan menelaah apakah naskah yang diajukan ke penerbit oleh penulis layak untuk diterbitkan. Bila ya, masukan untuk perbaikan pada naskah sebelum terbit (bila ada) akan didiskusikan editor pada penulis agar kemudian dilakukan perbaikan.
Hetih Rusli dari Gramedia Grup menjelaskan bahwa sesulit apapun perbaikan atau revisi yang dilakukan penulis selama proses editing berlangsung, pembaca tidak akan perduli. Pembaca hanya perduli bahwa buku yang dibelinya adalah memang berisi tulisan yang menarik untuk dibaca.
Sementara Windy Ariestanty dari Gagas Media mengemukakan bahwa tugas editor adalah untuk mempertemukan keinginan penulis dengan pembaca.

Kata kunci pada sesi ini adalah Kenali Diri. Proses kreatif dalam menulis akhirnya akan muncul dengan sendirinya.

Jakarta, 7 Desember 2011


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s